Kaya Lewat Pesugihan

Anda ingin kaya? Atau ingin semakin kaya? Atau ingin kaya dengan cepat?

 

Itu wajar. Semua orang pun pasti demikian. Namun bedanya, tidak semua orang memakai cara yang sama untuk mendapatkan kekayaan. Bila umumnya orang memilih untuk membanting tulang sampai kepayahan, ada juga yang memilih jalur pesugihan.

 

Tidak perlu buru-buru mengerutkan dahi mendengar kata ‘pesugihan’ ini. Ya, pesugihan adalah suatu cara spiritual untuk mendatangkan kekayaan lebih banyak dalam waktu relatif lebih cepat. Ya, pesugihan bisa membuat orang semakin kaya berlipat-lipat. Lantas kenapa pengertian ‘pesugihan’ selalu terdengar miring di telinga masyarakat?

 

Jawabannya adalah tumbal. Orang cenderung berpikir bahwa setiap pesugihan ada tumbalnya, ada harganya. Bisa umur, bisa nyawa. Karena kebanyakan orang berpikir bahwa pada dasarnya yang kita mintai kekayaan adalah bangsa gaib yang tak kenal perikemanusiaan.

 

Padahal yang dimaksud pesugihan tidaklah seperti itu. Istilah ‘pesugihan’ berasal dari kata dasar ‘sugih’ yang berarti kaya. Imbuhan pe- dan –an yang mengapit kata ‘sugih’ ini menjadikan pesugihan satu istilah yang berarti ‘segala sesuatu yang menjadikan kaya’.

 

Jadi, kemampuan dan keahlian yang dimiliki seseorang sesungguhnya juga adalah pesugihan yang menjadikan orang tersebut kaya. Pesugihan seorang pedagang adalah kemampuannya memperjualbelikan barang, pesugihan seorang pelukis adalah kemampuannya menuangkan cat di atas kanvas. Demikian halnya dengan seorang pengacara, kemampuannya untuk memenangkan perkara hukum adalah pesugihan yang menjadikannya berkecukupan.

 

Berangkat dari pengertian ini, ilmu pesugihan dapat diartikan sebagai seperangkat lelaku sekaligus cara pikir dan pola pandang yang keseluruhannya bertujuan untuk meningkatkan kemakmuran hidup seseorang. Haramkan ilmu pesugihan? Tentu saja tidak. Asalkan Anda paham sepenuhnya bahwa kekayaan yang Anda inginkan berasal dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

 

Lain ceritanya bila Anda mencari pesugihan dengan cara menyekutukan Tuhan, menyembah makhluk-makhluk gaib bahkan setan yang pada prosesnya meminta tumbal dari si pelaku pesugihan. Di sinilah letak perbedaan antara Ilmu Pesugihan Sesat dan Ilmu Pesugihan Putih. Yang satu menyesatkan seperti namanya, sedangkan yang satu lagi membawa kemakmuran tak terhingga. Tanpa tumbal, tanpa resiko, tanpa efek samping apapun.

 

Bahkan, tak jarak amalan Ilmu Pesugihan Putih justru semakin mendekatkan pengamalnya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Sehingga dengan kekayaan yang didapatkannya ia menjadi semakin dermawan dalam berbagi dengan sesama, menyantuni anak yatim dan fakir miskin dengan sukarela. Karena sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang membawa manfaat serta kebaikan bagi sesama.